“NIKKEI AVERAGE 30.000”

Nikkei Stock Average Pulih Ke Level 30.000 Yen Untuk Pertama Kalinya Dalam 1 Tahun 8 Bulan. Salah Satu Alasan Ketegasan Tersebut Adalah Fakta Bahwa Jumlah Perusahaan Jepang. Dengan Kapitalisasi Pasar 1 Triliun Yen Atau Lebih Semakin Meningkat. Per 18 Mei Ada 157 Perusahaan Dengan Lebih Dari 1 Triliun Yen Jumlah Tertinggi Yang Pernah Ada.

Nikkei

Faktor Lainnya Adalah “Koreksi Pbr” Yang Disebutkan Di Seri Sebelumnya.

Jumlah Emiten Yang Mengumumkan Pembelian Kembali Saham Meningkat Sejak Bursa Efek Tokyo Meminta Emiten Mengoreksi Pbr Pada Januari.

Saham Jepang Telah Tertinggal Sejak Tahun Lalu Dan Harga Saham Sudah Lama Tidak Tercermin Dalam Harga Saham Tetapi Topix. Yang Menargetkan Semua Perusahaan Yang Terdaftar Di Tokyo Stock Exchange Prime Juga Mencapai Level Tertinggi Pasca-bubble.

See also  MILIARDER BARU DI INDUSTRI EV CHINA, PENGGANTIAN BATERAI "U POWER" TERDAFTAR

Namun Di Pasar Pada Tanggal 17 Setengah Dari Industri Naik. Dan Setengah Lainnya Turun Jadi Tidak Semua Industri Tinggi Secara Keseluruhan. Itu Pulih Menjadi 30.000 Yen Dengan Hampir Tidak Ada Perasaan Kepanasan Atau Kegembiraan.
Berapa Batas Atas Rata-rata Nikkei?
Dalam Keadaan Seperti Itu Setelah Pulih Dari Angka 30.000 Yen Pasar Mendapatkan Momentum. Dan Bergerak Menuju Harga Yang Lebih Tinggi Dapat Dilihat. Ada Juga Short Seller Yang Memperkirakan Harga Akan Turun Saat Harga Mencapai 30.000 Yen. Dan Saat Harga Naik Selangkah Lebih Tinggi Pasar Tampak Sedang Naik.

Saya Tidak Menyarankan Untuk Melawan Pasar Ketika Pasar Sedang Booming Atau Menyesal Ketinggalan Bus Dan Naik Sekarang.

Prospek Nikkei Stock Average Akan Digunakan Sebagai Tolok Ukur Untuk Tren Masa Depan Ekonomi Jepang. Selain Itu Nikkei Average Yang Telah Pulih Sebesar 30.000 Yen Memiliki Per 1437 Kali Yang Menunjukkan Bahwa Harga Saham Terlalu Mahal Atau Terlalu Rendah. Karena Per Dari Rata-rata Saham Nikkei Tetap Pada 11 Kali Hingga 16 Kali Sepanjang Tahun Rentang 14 Kali Mungkin Merupakan Titik Yang Akan Dilewati.

See also  TWITTER MENGHADAPI GUGATAN LAGI UNTUK SEWA KANTOR YANG BELUM DIBAYAR

Di Pasar Seperti Itu Opini Terbagi Antara Bulls Dan Bears.

Bulls Menunjukkan Bahwa Investor Luar Negeri Memilih Jepang Karena Kinerja Yang Kuat Dari Perusahaan Jepang Yen Yang Lemah Dan Risiko Geopolitik.

Penurunan Mengasumsikan Skenario Penyesuaian Berdasarkan Risiko Apresiasi Yen Karena Perubahan Kebijakan Bank Jepang Dan Terulangnya Ketidakstabilan Keuangan Hingga Paruh Kedua Tahun 2023.

Kelompok Bullish Mengharapkan Harga Atas 35.000 Yen (Per 16 Kali) Dan Kelompok Bearish Mengharapkan Harga Lebih Rendah 24.000 Yen (Per 11 Kali).

Tidak Ada Artinya Dalam Kenyataan Bahwa Nilai Ramalan Dari Skenario Yang Bertentangan Seperti Itu Mengenai Atau Meleset Dan Yang Penting Adalah Menekan Logikanya. Baik Bisnis Maupun Investasi Harus Selalu Mengasumsikan Skenario Baik Dan Terburuk.

You May Also Like

About the Author: author